Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Mengajar Fotografi Di Masyarakat, Intinya Adalah Komunikasi

Anak sekarang memang sedang gandrung-gandrungnya dengan foto-foto. Mulai dari foto selfi, foto wefie, foto group sampai dengan benar-benar menekuni dunia foto yaitu Fotografi secara serius. Foto yang terlihat biasa saja pun dapat diakali agar indah dengan fiilter-filter pada kamera handphone, alat yang umumnya digunakan untuk mengambil gambar. Siapa sih yang tidak bangga jika hasil fotonya diupload ke media sosial lalu banyak mendapat Like atau komentar positif jika terpampang di forum-forum komunitas Fotografi.


Tapi untuk saya sih, pada intinya fotografi itu bukan hanya sebagai sastra visual dan melukis dengan cahaya. Lebih dari itu, gambaran atau visualisasi yang terdapat pada sebuah foto merupakan sebuah rekaman peristiwa yang -idealnya- mampu menyampaikan sebuah pesan. Pesan yang isinya bisa bermacam-macam tergantung interpretasi masing-masing penikmat foto.
Juga foto sebagai media yang bersifat universal karena umumnya tidak membutuhkan tingkat pemahaman yang rumit akan isi sebuah foto. Foto dapat dinikmati oleh segala tingkatan usia dan pendidikan. Dibanding dengan media tulisan yang sulit dipahami oleh orang yang buta huruf (Taufan YN - Editor Majalah Chip Foto Video -04-2013).
Saya yang mengajar mata diklat Fotografi di SMK berusaha untuk mengakomodir itu semua. Siswa bukan hanya sekedar bisa memotret dan juga bukan hanya sekedar belajar alat dan teknik tapi harus mampu berkomunikasi dengan orang lain lewat karya-karya fotonya. Foto juga harus siap diolah oleh siswa untuk berbagai keperluan di media-media lain, baik media cetak maupun elektronik. Lebih kurangnya tentang mendokumentasikan sebuah rekaman peristiwa lewat media foto dapat kita lihat pada ilustrasi berikut ini.


Semoga bermanfaat sobat KS ^_^ ..

Posting Komentar

0 Komentar